Mencegah Konflik antara Petani Hutan vs Monyet, PROFAUNA Menanam Pohon Buah di Hutan Lereng Arjuna
PROFAUNA Indonesia dan masyarakat lokal menanam pohon jambu air di lereng Gunung Arjuna untuk mitigasi mencegah konflik antara monyet ekor panjang (Macaca fasicicularis) dengan petani hutan. Penanaman mulai dilakukan hari Senin (8/6/2026) di sejumlah lokasi perhutanan sosial yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Wonomulyo.
Pohon yang ditanam adalah jambu air karena buahnya disukai oleh monyet dan pohon ini termasuk mudah tumbuh jika ditanam di hutan. Untuk tahap awal sebagai uji coba, ditanam sebanyak 20 bibit pohon jambu air yang akan dipantau pertumbuhannya secara berkala.
Konflik antara petani hutan dan monyet ekor panjang ini tidak lepas dari semakin masuknya lahan perkebunan ke dalam hutan. Sementara hutan tersebut selama bertahun-tahun menjadi habitat monyet ekor panjang. Ketika petani menanam sayuran seperti wortel atau kentang, monyet tersebut kemudian merusak dan memakan hasil panennya.
Akibatnya petani membunuh monyet tersebut karena dianggap hama. Pembunuhan monyet ini tidak menjadi solusi yang tepat, karena monyet memang terlebih dahulu berada di hutan, dibandingkan dengan petani.
"Monyet ekor panjang adalah satwa yang hidup berkelompok, mereka sekali masuk ke ladang petani bisa berjumlah ratusan. Ketika ada monyet yang dibunuh atau disakiti, ada kecenderungan monyet-monyet yang lain akan semakin agresif dan menyebabkan kerusakan ladang petani yang semakin masif," kata ekolog PROFAUNA Rosek Nursahid.
Selain membantu dengan bibit pohon pakan monnyet, PROFAUNA juga membantu petani hutan dengan jaring paranet untuk pagar pembatas. Jaring paranet ini tidak melukai monyet, hanya membatasi monyet ugar tidak masuk ke dalam ladang petani.
Subandi, salah satu petani hutan lereng Arjuna mengatakan, "bantuan PROFAUNA dengan menanam pohon buah dan jaring pembatas ini sangat membantu petani. Kami menyadari bahwa kami harus bisa hidup berdampingan dengan satwa liar, ketika kami beraktivitas di dalam hutan"
