Hiburan Topeng Monyet Warnai Hari Primata di Malang

MALANG - Organisasi Perlindungan Satwa ProFauna Indonesia menggelar aksi unik memperingati hari Primata yang jatuh hari ini.

Aksi ini juga melibatkan hiburan "topeng monyet". Namun aksi topeng monyet atau Sarimin itu kebalikan dengan topeng monyet biasa. Di sini, manusia bertingkah laku sebagai monyet dan sang monyet menjadi pengendali.

Para penonton juga memberikan uang receh kepada Sarimin yang berkeliling meminta jasa hiburan. Makanan ringan yang dilempar penonton juga disambar Sarmin di sela-sela atraksinya.

Aksi ini merupakan sindiran terhadap perilaku manusia yang menjadikan hewan jenis primata itu sebagai alat hiburan. Selain itu, mereka juga menyerukan penghentian perdagangan primata pada peringatan hari primata.

"Aksi peringatan hari primata ini pertama kali di Indonesia dan dilakukan di 25 kota lebih," kata Swasti Prawidya Mukti, juru kampanye ProFauna Indonesia, Kamis (30/1/2014).

Menurutnya, lebih dari 95 persen primata yang diperdagangkan di Indonesia adalah hasil tangkapan dari alam. Proses penangkapannya juga kejam yang menyebabkan banyak primata mati.

Data ProFauna Indonesia menyebutkan, salah satu primata yang sedang banyak diperdagangkan adalah kukang (Nycticebus sp). Para pemburu banyak mencabuti giginya. "Hewan ini menjadi favorit, dan sudah 40 kasus selama tahun 2013," ujarnya.

Aktivis ProFauna juga menyerukan kepada masyarakat membantu pelestarian primata Indonesia dengan tidak membeli primata. ProFauna juga mendesak pemerintah lebih serius menangani perdagangan primata dilindungi selain kukang, seperti lutung Jawa, dan siamang.

Badan Konservasi Internasional IUCN menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam di dunia. Empat di antaranya berasal dari Indonesia, Orangutan Sumatera, Tarsius Siau, Kukang Jawa, dan Simakubo.

"Primata ini akan benar-benar punah jika tidak ada upaya nyata untuk menyelamatkannya," kata Asti. (kem) 

Sumber: Okezone.

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.