Santri-Santri ini Antusias Ketika PROFAUNA Berkunjung ke Pesantren untuk Kampanye Nuri dan Kakatua

PROFAUNA Indonesia berkunjung ke SMP Pondok Pesantren Al-Rifaie Gondanglegi untuk edukasi terkait peestarian burung nuri dan kakatua pada sabtu (15/7). Edukasi yang dilakukan di Masjid KH. Ahmad Zamachsyari, Jalan Raya Ketawang, Gondanglegi, Kabupaten Malang itu diikuti sedikitnya 400 santri kelas VIII dan IX.

Kegitan edukasi bertajuk PROFAUNA Goes to School & Campus 2017 itu diisi dengan diskusi tentang burung paruh bengkok dan pemutaran film konservasi "Nuri & Kakatua Lebih Indah di Alam". Film yang ditampilkan berisi tentang kondisi burung nuri dan kakatua yang ada di Indonesia saat ini.

Untuk menarik perhatian siswa, PROFAUNA membagikan poster dan stiker bertemakan konservasi burung nuri dan kakatua kepada siswa.

"Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para siswa bahwa membeli dan memelihara burung paruh bengkok yang dilindungi itu dilarang hukum," ujar Kurratul Aini, Campaign Assistant PROFAUNA Indonesia.

Kurra menyampaikan bahwa, burung paruh bengkok yang dilindungi itu tidak boleh dipelihara sebagai satwa peliharaan di rumah. Masyarakat maupun pejabat yang memelihara atau menjual burung yang dilindungi itu ilegal dan melanggar undang-undang.

Walaupun banyak yang baru mengetahui bahwa burung-burung itu dilindungi, siswa-siswa itu sangat kritis dalam berdikusi.

"Kalau ada tetangga yang memelihara burung yang dilindungi terus bagaimana kak?," tanya Karisma, salah satu siswi SMP Al-Rifaie.

Dalam kesempatan tanya jawab itu PROFAUNA juga mengajak para siswa memberikan informasi kepada orang-orang terdekat agar tidak membeli dan memelihara burung yang dilindungi.

Jamilatul Laily, Guru Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) SMP Al-Rifaie memberikan apresiasi kepada PROFAUNA, yang telah bersedia memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan baru tentang burung nuri dan kakatua.

"Kami sangat senang dan terimakasih karena adik-adik bisa belajar lebih banyak hari ini kepada PROFAUNA, semoga lain waktu bersedia kembali membagikan ilmu lain kepada kami," ucap Jamilatul Laily, yang akrap dipanggil  Bu Mila itu.

Dalam beberapa bulan ke depan, PROFAUNA akan gencar melakukan edukasi ke sekolah-sekolah dan kampus di Jawa Timur. Sebagai upaya untuk menekan jumlah perdagangan burung paruh bengkok, mengingat tingginya kasus perdagangan burung ini di Jawa Timur.

Menurut catatan PROFAUNA Indonesia, sejak Januari 2015 hingga Juni 2017 setidaknya ada 10 kasus penyelundupan dan perdagangan burung nuri dan kakatua asal Maluku dan Maluku Utara yang terungkap di wilayah Jawa Timur.

"Jawa Timur menjadi pasar potensial untuk perdagangan burung nuri dan kakatua asal Malulu Utara dan Papua, sehingga kami perlu lebih gencar melakukan edukasi ke generasi muda agar tidak tergiur membeli burung langka itu," kata Muhamad Jayuli, Campaign Assistant PROFAUNA Indonesia. (JAY)

Artikel terkait: http://www.profauna.net/id/content/profauna-ajak-masyarakat-tidak-membeli-burung-nuri-dan-kakatua#.WWnjQrZLdH0

© 2003 - 2017 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.