Pulau Bilang-bilangan dan Mataha, Habitat Penting Penyu Hijau di Kalimantan Timur

Pulau Bilang-bilangan dan Mataha yang biasa disebut dengan "Pulau Telur" adalah dua buah pulau tidak berpenghuni yang merupakan bagian dari Kepulauan Derawan, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kedua pulau tersebut merupakan tempat pendaratan Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar ke-8 di dunia dan penghasil 60% telur penyu dari seluruh perairan Kabupaten Berau.

Secara kultural, masyarakat Bajau yang tinggal di Pulau Balikukup (pulau kecil berpenduduk 200 KK yang tidak jauh dari Mataha & Bilang-bilangan) mengklaim bahwa kedua pulau tersebut adalah wilayah Suku Bajau.

Lingkar Pulau Bilang-bilangan adalah 2,5 kilometer, sementara lingkar Pulau Mataha adalah 2 kilometer. Ketinggian Pulau Bilang-bilangan adalah 3 meter dpl, sementara ketinggian Pulau Mataha adalah 1 meter di atas permukaan laut.

Rendahnya ketinggian Pulau Mataha, menyebabkan semua telur penyu di Pulau Mataha harus dipindahkan ke sarang semi alami untuk mencegah terjadinya pembusukan telur penyu akibat sarangnya terendam air pasang.

Ribuan Penyu Hijau Mendarat

Setiap tahunnya sekitar 3000 hingga 5700 ekor penyu hijau mendarat di Pulau Bilang-Bilangan dan Mataha. Diperkirakan sekitar 800.000 hingga 1 juta telur penyu dihasilkan di kedua pulau tersebut. Ini menjadikan Pulau Bilangan-bilangan dan Mataha menjadi pulau yang sangat penting bagi konservasi penyu di Indonesia.

Penyu bertelur sepanjang tahun di Pulau Bilang-bilangan dan Mataha, namun puncaknya terjadi pada bulan Juli -hingga Oktober. Pada masa puncak musim bertelur tersebut di Bilang-bilangan penyu yang mendarat sebanyak 60-70 ekor. Sedangkan penyu yang bertelur bisa mencapai 30 ekor per malam.

Ranger Penyu

Karena kedua pulau yang menadi habitat penyu tersebut tidak ada penduduknya, pulau ini rawan terjadinya pencurian telur penyu. Meskipun telah dilindungi undang-undang, perdagangan telur penyu masih banyak terjadi di Kalimantan timur. Di Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, telur penyu dijual seharga Rp 125.000 setiap 10 butir.

Untuk mencegah terjadinya pencurian telur penyu dan menjamin keamanan penyu yang mendarat di Pulau Bilang-bilangan dan Mataha, sejumlah organisasi menempatkan orang yang dinamakan Ranger penyu untuk menjaga kedua pulau tersebut.

Ranger tersebut setiap hari menjaga kedua pulau tersebut, termasuk mengamankan telur penyu dari air pasang dan pencurian. Ranger tersebut juga melakukan pencatatan jumlah telur yang dihasilkan setiap hari dan mencatat jumlah penyu yang naik

Organisasi lokal yang bernama Yayasan Penyu Indonesia (YPI)  dengan dukungan Turtle Foundation dan PROFAUNA juga peduli dan melakukan aksi di lapangan untuk program konservasi penyu yang ada di Pulau Bilangan-bilangan dan Mataha.

Selain didukung oleh Turte Foundation dan PROFAUNA, program konservasi penyu di Kabupaten Berau juga mendapatkan dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Berau. Sebelumnya, PROFAUNA telah menjalin hubungan yang erat dengan DKP Berau dan Balai konservasi Sumer Daya Alam (BKSDA ), Kemenetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melakukan kampanye penghentian perdagangan penyu dan bagian-bagiannya.

Tantangan

Upaya pelestarian penyu di Pulau Bilang-bilangan menghadap beberapa tantangan, antara lain pencurian telur penyu, pengambilan induk penyu untuk dimakan dagingnya, dan pengeboman ikan. Rata-rata pelaku pencurian telur dan pengeboman ikan adalah warga Pulau Balikukup, namun untuk pengambilan penyu pelakunya berasal daerah Tembudan, Kecamatan Batu Putih.

Selain faktor manusia, tantangan pelestarian penyu di Pulau Mataha dan Bilang-bilangan adalah merebaknya hama tikus dan sampah yang menumpuk di pantai. Tim Ranger berusaha keras untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut.

Informasi lebih lanjut tentang proram konservasi penyu di Pulau Bilang-bilangan dan Mataha, silahkan hubungi: profauna@profauna.net

© 2003 - 2018 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.