Perburuan Satwa Liar di Kondang Iwak, Kabupaten Malang Masih Tinggi

Perburuan satwa liar di Kondang Iwak, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur masih tinggi. Dalam patroli Ranger PROFAUNA tanggal 7 Juli 2019 masih menjumpai sedikitnya 3 orang pemburu satwa liar.

Perburuan satwa liar itu menggunakan senjata senapan angin yang sudah dimodifikasi dan juga dengan menggunakan anjing pemburu. Satwa liar yang diburu beragam, antara lain burung, babi hutan dan juga primata.

"Ketika kami bertemu dengan pemburu yang membawa anjing lebih dari 5 ekor itu kami langsung menegurnya dan memberitahu bahwa tidak boleh berburu d kawasan hutan lindung. Kemudian pemburu tersebut langsung kabur," ujar Erik Yanuar, Ranger PROFAUNA.

Hutan di Kondang Iwak masih bagus dan menjadi habitat berbagai jenis satwa liar. Monitoring PROFAUNA di kawasan hutan yang kini sedang dibuka untuk jalur lintas selatan itu tercatat ada beberapa jenis burung yang dijumpai antara lain  cekakak jawa (Halcyon cyanoventris) ), takur tenggeret (Megalaima australis), pelanduk semak (Malacocinda sepiarium), kangkareng perut putih (Anthracoceros albirostris), dan elang bido (Spilornis cheela)

Selain burung, di hutan dataran rendah antara Kondang Merak hingga Kondang Iwak juga ada satwa mamalia seperi lutung jawa (Trachypithecus auratus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kukang (Nycticebus sp), trenggiling (Manis javanica), babi hutan (Sus scrofa) dan berang-berang (Lutrinae).

"Masih maraknya perburuan satwa liar ini mendorong PROFAUNA akan rutin melakukan edukasi dan patroli. Selain itu kami berharap Perhutani dan BKSDA setempat juga memperhatikan masalah ini," kata Erik.

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.