Ketika Anak-Anak Desa Sekitar Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Belajar tentang Konservasi Alam

Meskipun berada di sekitar kawasan konservasi alam Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, namun ternyata anak-anak Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, tidak banyak mengenal soal konservasi alam. Kondisi itu juga dialami desa-desa lain yang ada di sekitar kawasan konservasi alam seluas 14.000 hektar itu, misalnya desa Taman Kursi, Kalirejo, dan Sumberargo.

Minimnya informasi tentang konservasi alam di kalangan generasi muda itu diketahui, ketika tim Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) gencar melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah tersebut mulai bulan November 2015. Sejak bulan itu, relawan PROFAUNA secara rutin melakukan edukasi tentang konservasi alam di sekolah-sekolah yang relatif terpencil itu.

Untuk menuju sekolah-sekolah itu butuh ekstra hati-hati, karena jalanan yang ditempuh meliuk-liuk dan naik turun dengan tajam. Jika tidak waspada, bisa saja sepeda motor yang dinaiki itu tergelincir masuk jurang.

"Selain penuh dengan tikungan tajam, jalan menuju sekolah juga sering banjir dan berlumpur jika hujan turun, sehingga kami harus hati-hati", kata Ehsan Nugoro, relawan PROFAUNA dari Sidoarjo yang mendedikasikan waktunya selama sebulan di Desa Baderan.

Tantangan meningkatkan kesadaran anak-anak tentang konservasi alam di desa-desa itu bukan hanya medannya yang ekstrim, namun juga minat yang rendah anak-anak untuk bersekolah. Butuh pendekatan khusus agar anak-anak tersebut tertarik mengenal konservasi alam.

"Kami mendidik anak-anak untuk mengenal konservasi alam itu lewat permainan dan juga nonton film. Kebanyak dilakukan di luar ruangan, sehingga anak-anak tidak bosan", kata Nuril Haris, relawan PROFAUNA dari Malang.

Pendekatan PROFAUNA itu membuahkan hasil. Anak-anak desa mulai tertarik dan bahkan antusias mengikuti kegiatan edukasi PROFAUNA. "Awalnya mereka malu-malu, tetapi setelah melihat kami seperti bemain, mereka jadi semangat untuk ikut kegiatan edukasi ini", kata Ehsan.

"Saya senang main-main dengan kakak-kakak dari PROFAUNA ini, karena ini pertama kalinya kami belajar tentang hutan dengan bermain", kata Ahmad, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan edukasi.

PROFAUNA memandang edukasi ke ana-anak dan masyarakat lokal itu sangatlah penting, karena masyarakat adalah benteng yang paling efektif untuk melindungi kawasan konservasi alam.Edukasi adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kawasan kosneavsi alam yang lebih baik.

Tanpa Bayaran, Rela Tinggal di Desa Demi Konservasi Alam

Kegiatan edukasi PROFAUNA di sejumlah desa di sekitar Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang itu bukan kegiatan jangka pendek, namun dilakukan secara rutin dan jangka panjang. Kegiatan itu bisa dilaksanakan berkat relawan-relawan yang bersedia melakukan kegiatan edukasi tanpa dibayar.

Relawan seperti Ehsan dan Haris itu rela meningalkan sementara pekerjaannya di kota besar seperti Sidoarjo dan Malang untuk mengabdi di desa yang jauh dari keramaian kota. Mereka tinggal di kantor lapangan PRFAUNA yang ada di Desa Baderan.

Meski tanpa dibayar dan tinggal di kantor yang sederhana, Ehsan dan Haris penuh dengan semanngat melakukan bermacam kegiatan terkait konservasi alam. Bukan hanya edukasi tetapi juga membantu petugas KSDA di lapangan jika membutuhkan tenaga aktivis PROFAUNA ini.

Relawan PROFAUNA yang mau terjun ke lapangan demi konservasi alam itu bukan hanya dari Indonesia, namun juga dari luar negeri. Seperti Jaal dan Loren yang datang jauh-jauh dari Inggris untuk membantu kegiatan edukasi PROFAUNA di Desa Baderan dan sekitarnya.

"Gerakan relawan yang telah dikembangkan PROFAUNA sejak dua puluh tahun yang lalu itu sangat efektif untuk membantu upaya pelestarian hutan dan satwa liar, karena ini akan memangkas biaya banyak dan juga mengasah kepedulian masyarakat yang seharusnya memang punya tanggung jawab untuk turut menjaga kelestarian alam", tegas Rosek nUrsahid, pendiri PROFAUNA Indonesia.

Informasi terkait Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang: http://www.profauna.net/id/content/suaka-margasatwa-dataran-tinggi-yang-habitat-penting-satwa-langka#.Vlzh1nYrLIU

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.