Kebakaran Hutan Ancam Kesejahteraan Anak Indonesia

 

Selama bertahun-tahun beberapa wilayah di Indonesia mengalami kebakaran hutan lahan (Karhutla). Hal ini tanpa disadari telah membawa dampak besar pada kesehatan, pendidikan, pendapatan rumah tangga keluarga, serta lingkungan hidup masyarakat khususnya kesejahteraan anak.

Asap yang ditimbulkan dari Karhutla ini bukan saja membahayakan kesehatan anak saat menghirupnya detik itu.

Direktur Humanitarian Emergency Affair WVI, Margarettha Siregar, menjelaskan saat asap menempel di dinding paru-paru anak dapat mengalami gangguan fungsi paru-paru, gangguan distribusi oksigen dalam jaringan tubuh, nyeri dada, aritmia, jantung, sakit kepala, disorientasi, pembengkakan paru, bronkhitis, dan pneumonia yang dapat mengganggu anak, khususnya saat usia produktif nanti.

Selain itu dari segi pendidikan, Karhutla juga menyebabkan anak terpaksa dipulangkan ke rumah karena kabut asap yang mengganggu proses pembelajaran. Namun, fakta di lapangan saat anak dipulangkan mereka masih bermain di luar rumah sehingga anak tetap terpapar asap berbahaya itu.

Melihat kejadian ini, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Lenny Rosalin, menginisiasi sebuah program lokakarya terkait dampak dan risiko Karhutla untuk kesejahteraan anak Indonesia.

"Sebelumnya, kebakaran hutan ini kita masih melihat makro dan belum melihat siapa sih yang terkena dampak dari ini semua ini. Terutama anak, apalagi kalau anak difabel. Kalau (anak) normal dia masih bisa lari-lari pas kebakaran hutan, berbeda kalau anak itu difabel," ujar Lenny dalam Lokakarya Nasional "Analisa Kebijakan Publik atas Dampak Kebakaran Hutan Lahan terhadap Kesejahteraan Anak" di Hotel Akmani, Senin (27/2/2017).

PPPA bersama 27 kementerian dan lembaga, Wahana Visi Indonesia (WVI) serta didukung oleh UNICEF Indonesia akan melakukan program Adaptasi Perubahan Iklim Fokus Anak (APIFA).

"Dengan APIFA ini kita ingin dari sejak dini anak-anak kita paham dan peduli tentang isu kebakaran hutan (Karhutla). Intervensi kami bagi dengan lima cara, khusunya pada anaknya sendiri melalui forum anak kita melatih anak harus apa saat terjadi kebakaran hutan. Saat mereka tahu mereka harus apa, pada akhirnya mereka bisa mengurus diri mereka sendiri saat bencana dan juga membantu temannya," ujar Lenny.

Sumber berita: liputan6.com, Foto: PROFAUNA

© 2003 - 2017 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.