Hari Primata Indonesia 2015 Diperingati Sedikitnya di 50 Lokasi

Lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA)  Indonesia sejak tahun 2014 menggagas adanya Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Pada tahun pertama, Hari Primata diikuti oleh ratusan masyarakat yang tersebar di 22 kota di seluruh Indonesia.

Tahun 2015 PROFAUNA kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk merayakan Hari Primata Indonesia sebagai momen untuk mengingatkan masyarakat akan tanggung jawab kita sebagai manusia untuk melestarikan primata. Tema perayaan Hari Primata Indonesia tahun ini adalah "Jangan Beli Primata".

"Tahun 2015 ini ada sedikitnya 50 kegiatan dalam rangka peringatan hari primata Indonesia di berbagai daerah. Ini sangat menggembiarakan karena meningkat dibandingkan tahun sebelumnya", kata Swasti Prawidya Mukti, juru kampanye PROFAUNA.

Peringatan hari primata di Kota Malang diadakan tanggal 29 Januari 2015 di depan balai kota Malang dengan cara unik. Tiga orang wanita aktivis PROFAUNA membawa keranjang tempat belanja yang di dalamnya terdapat boneka primata. Di sisi luar dari keranjang tersebut terdapat tulisan 'Not for Sale', sebagai pesan bahwa primata itu seharusnyat tidak untuk diperjualbelikan.

Primata Indonesia menghadapi ancaman kepunahan, karena semakin berkurangnya habitat dan perdagangan illegal. Sepanjang tahun 2014, terdapat setidaknya 35 kasus kejahatan satwa liar yang melibatkan setidaknya 400 ekor primata (perdagangan, kepemilikan, dan perburuan), yang diungkap oleh aparat kepolisian dan dimuat di media massa.

Jumlah kasus yang tidak terungkap tentunya lebih banyak. Jika dicermati, pemicu utama dari tingginya angka kriminalitas terhadap primata ini adalah banyaknya orang yang berminat membeli. Jenis primata yang saat ini paling memprihatinkan karena sangat diminati oleh pembeli antara lain Kukang, Lutung Jawa, dan Owa. Primata-primata tersebut dijual dengan kisaran harga 300 ribu hingga 4 juta rupiah per ekor.

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.