Hari Guru Nasional, PROFAUNA Terima Surat dari Peserta Program Indonesia Mengajar

Bertepatan dengan momen Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November, kantor pusat PROFAUNA Indonesia menerima satu paket surat dari siswa-siswi kelas 6 SDN Muara Medak , Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Sejumlah 34 surat ditulis oleh para siswa di bawah bimbingan Gading Aulia, seorang Pengajar Muda yang sedang berpartisipasi dalam program Indonesia Mengajar.

Gading, yang mulai mengajar sejak bulan Juni 2015, memberi tugas kepada para siswa untuk menulis surat kepada Swasti Prawidya Mukti, juru kampanye PROFAUNA.

"Pendidikan seharusnya merupakan sebuah taman yang menyenangkan dan tanpa tekanan, seperti yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara," kata Gading Aulia dalam surat yang ia tulis sendiri sebagai pengantar. "Seperti saat para siwa belajar tentang lingkungan dan upaya pelestariannya, metode sahabat pena ini diharapkan menjadi efektif dalam membantu mereka memahami keadaan lingkungannya."

Berikut beberapa kalimat menarik yang ditulis para siswa dalam suratnya:

Bagaimana cara melestarikan hewan di sekitar kita? Apa kakak tidak takut masuk hutan?

Kak, di lingkungan kami banyak hewan yang terancam punah karena lahan-lahan terbakar habis.

Kondisi lingkungan di daerah ini aneh lho kak, karena kalau musim kemarau orangnya sedih karena susah mencari air ...

Disini banyak sekali monyet dan burung ayam-ayaman, tapi dia munculnya pas aku pergi sekolah.

Kondisi kami di sini belum normal kak, banyak sekali kebakaran hutan jadi banyak orang mengungsi dan banyak asap yang bisa menyebabkan sakit.

Saya senang hewan-hewan dilestarikan. Kalau hewan punah maka dunia ini sepi karena tidak ada hewan.

Dari cerita yang mereka paparkan dalam surat, nampak bahwa sebetulnya lingkungan tempat mereka tinggal masih cukup dekat dengan alam. Sayangnya, kondisi lingkungan itu menjadi rusak akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pemahaman mereka tentang pelestarian hutan dan satwa liar juga masih relatif rendah.

"Kami akan segera membalas surat-surat ini dan menyertakan materi edukasi untuk digunakan di sana," kata Swasti Prawidya Mukti.

Pendiri PROFAUNA, Rosek Nursahid, menambahkan bahwa pendidikan memang jadi hal penting dalam upaya pelestarian hutan dan satwa liar. PROFAUNA mendukung penuh siapapun yang ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan dan satwa liar.

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.