Empat Amalan untuk Orang “Gila”

Oleh: Muhammad N Hassan, Suporter PROFAUNA di Malang

Minggu (01/03), Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) mengadakan kegiatan diskusi (sharing) secara rutin yang disebut Green Day. Kegiatan setiap sebulan sekali ini biasanya dilaksanakan di kantor pusat PROFAUNA Indonesia di Malang. Namun kali ini bertempat di Petungsewu Adventure (P-WEC). Program yang dimulai pada jam 10.00 WIB ini menjadi ajang pertemuan Supporter PROFAUNA, khususnya yang ada di Jawa Timur. Adapun Supporter yang hadir sekitar 30 orang, yang berasal dari Malang, Sidoarjo, Surabaya, Batu dan juga dari Ternate.

Topik diskusi yang diangkat dalam Green Day biasanya seputar masalah konservasi hutan dan satwa liar, serta info-info terbaru terkait program PROFAUNA. Pembicara pada acara ini adalah pendiri (founder) dari PROFAUNA sendiri, yakni Pak Rosek Nursahid.

Ada beberapa pesan dan menu wajib yang disampaikan oleh komandan (chairman) PROFAUNA tersebut. Sebagai Supporter PROFAUNA, menjadi seorang aktivis lingkungan kadang dianggap "gila" karena lain daripada kebanyakan orang. Akan tetapi, menyandang label tersebut haruslah mampu mengamalkan 4 poin berikut ini:

Pertama, merasa bangga. Berstatus anggota, pendukung maupun relawan PROFAUNA yang mampu beraksi nyata menjaga rumah besar kita -bumi dan kelestarian seisinya adalah menjadi hal langka untuk saat ini. Banyak orang lain tidak peduli, tetapi kita peduli akan perlindungan hutan dan satwa liar sepatutnya harus bangga. Tidak perlu malu, takut ataupun sembunyi.

Rasa bangga itu pun tidak hanya dimasukkan dalam hati, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga memaknai konservasi lingkungan tidak hanya sebatas kulitnya saja. Selain itu, rasa bangga itupun perlu diwujudkan melalui simbol-simbol, semisal memakai kaos dan stiker yang berlogo PROFAUNA atau tulisan syarat makna akan konservasi.

Kedua, bertindaklah mulai dari yang kecil. Dalam berfikir kita dituntut secara menyeluruh, namun dalam pelaksanaan lakukan sesuai kemampun dan bertindak dari hal yang kecil (Think globally, act locally!). Ambil contoh, ingin melakukan Go Green tidak harus mengadakan acara tanam seribu pohon yang membutuhkan dana besar. Satu orang menanam satu pohon di masing-masing rumah itu sudah cukup.

Di samping itu, sebagai orang yang mengaku peduli dengan lingkungan menjadi sebuah kewajiban untuk menegur orang lain yang berbuat kerusakan lingkungan dan merasa malu jika membuang sampah sembarangan.

Ketiga, berbagilah. Siapapun memiliki akun media sosial. Melalui media tersebut pasti dengan sangat mudah jika share info-info apapun terkait kegiatan yang bertemakan pelestarian alam. Sebarkan virus yang dapat menggugah hati untuk sama-sama peduli akan kelestarian alam ini. Berbagi kepada jaringan dan pengaruhi orang terdekat; teman, keluarga bukan hanya melalui kata-kata, tulisan tetapi juga dalam bentuk perbuatan (tindakan nyata) yang didokumentasikan dalam bentuk foto ataupun video.

Keempat, lakukan edukasi. Upaya pelestarian hutan dan satwa liar dapat dilakukan melalui pendidikan ke kelompok-kelompok (komunitas) serta pendampingan masyarakat lokal. mungkin dampaknya tidak bisa dirasakan sekarang, namun jangka panjang. Lambat laun akan memahami betapa pentingnya menanamkan kecintaan akan hutan dan satwa liar Indonesia. Sehingga kecintaan tersebut bukan hanya dimiliki sendiri, tetapi ditularkan kepada siapapun, kapanpun, dan dimanapun berada.

Acara diskusi menarik dibalut dengan suasana santai, akrab dan penuh kekeluargaan ini diakhiri dengan melakukan foto bersama. Semoga semangat dalam aksi nyata menjaga lestarinya hutan, satwa dan alam Indonesia tidak lekang maupun surut. PROFAUNA..... MAJU....!!!

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.