Berbahaya, Memelihara Satwa Liar di Rumah!

oleh: Bayu Sandi

Miris mendengar bahwa satwa liar, termasuk yang dilindungi, sangat marak diperjualbelikan baik secara langsung maupun secara online. Hal ini disebabkan pendapat salah kaprah bahwa "jika ingin melestarikan dan menyelamatkan satwa langka maka cara terbaik adalah dengan membeli dan memelihara di rumah, biar beranak pinak".

Salah satu bahaya memelihara satwa liar di rumah adalah besarnya kemungkinan pemelihara tertular penyakit zoonozis dari satwa peliharaan atau sebaliknya, pemelihara menularkan penyakitnya ke satwa peliharaan. Jika sembrono melepas kembali ke alam (releasing) maka satwa yang berpenyakit tersebut malah menularkan penyakit yang diderita tersebut kepada satwa-satwa di hutan dan menjadi wabah. Malapetaka jadinya.

Selain bahaya langsung seperti zoonosis, ada resiko dahsyat dan massive dari "melestarikan satwa liar di rumah" yaitu, perdagangan satwa langka/ liar/ dilindungi semakin marak dan perburuan satwa gencar dilakukan. Dari satu satwa yang di beli, akan ada modal bagi pedagang satwa atau pemburu untuk mengambil satu atau dua satwa liar di hutan. Selanjutnya lingkaran setan ini terus berlanjut dengan adanya transaksi-tranksaksi lain yang menjadi buntutnya.

Lupakan melestarikan satwa liar di rumah-rumah pribadi, tolak pemikiran terbelakang bahwa memelihara satwa liar dapat melestarikan satwa. Think out of your box! coba berpikir lebih dalam lagi. Membetulkan sesuatu yang rusak membutuhkan sebuah keahlian dan harus dilakukan dengan cara yang benar. Menolong persalinan manusia contohnya, harus dilakukan oleh bidan dan dengan cara yang benar dan steril, tidak boleh dilakukan seorang pegawai pelabuhan atau penjaga toko bangunan. Demikian halnya dengan keinginan melestarikan satwa liar yang sudah dilindungi, yang menjadi kebanggaan kekayaan bangsa, harus dilakukan cara yang benar pula. Tidak boleh ngawur asal peduli, membeli dan merawat. Salah-salah satwanya penyakitan dan mati.

Jika ingin berpartisipasi dalam menyelamatkan satwa liar maka selamatkan habitatnya, dukung pergerakan anti perdagangan satwa liar, bergabung dalam aktifitas penyelamatan dan pertahanan hutan. Kalau ingin melihat satwa liar ya pergi ke hutan, sediakan waktu, sisihkan sedikit uang untuk jalan-jalan ke hutan sambil menikmati sedapnya satwa liar dengan menggunakan mata atau binokuler. Tidak boleh egois dengan cara membeli satwa liar di pasar atau lewat internet, kucing-kucingan dengan hukum, dan sekedar menikmati satwa liar tersebut di rumah.

Do more than just watch!

Catatan: tulisan merupakan opini pribadi penulis, tidak selalu mencerminkan kebijakan PROFAUNA

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.