Ayo Ikut Peringati Hari Pimata Indonesia 2015

Di dunia terdapat lebih dari 440 jenis primata (bangsa kera dan monyet) dan lebih dari 40 jenis diantaranya hidup di Indonesia. Namun sayangnya persatuan konservasi dunia, IUCN, dalam daftar jenis satwa terancam punah menyatakan bahwa sepertiga dari seluruh jenis primata dunia telah berstatus Kritis (Critically Endangered) ataupun Rentan (Vulnerable).

IUCN juga secara berkala menerbitkan daftar 25 jenis primata yang paling terancam punah di dunia. Pada periode 2012-2014, terdapat 3 jenis primata Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut yaitu Tarsius Kerdil (Tarsius pumilus), Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), dan Simakobu (Simias concolor). Dua jenis primata lain yang dipertimbangkan namun akhirnya tidak dimasukkan dalam daftar adalah Bekantan (Nasalis larvatus) dan Surili Jawa (Presbytis comata).

Selain dari lima jenis primata di atas, nasib dari jenis primata lain pun bukan berarti baik. 70% primata Indonesia terancam punah akibat hilangnya habitat dan penangkapan illegal untuk diperdagangkan. Sayangnya, banyak masyarakat yang membeli dan memelihara primata dengan dalih kasih sayang, padahal menyayangi tidak seharusnya dilakukan dengan mengurung mereka.

Mengapa perdagangan primata sangat harus dihentikan?

  • Sebagian besar, lebih dari 95%, primata yang diperdagangkan itu hasil tangkapan dari alam
  • Proses penangkapan, pengangkutan dan perdagangan primata itu seringkali kejam dan penuh dengan tindakan kekerasan. Ada banyak primata yang mati dalam proses perdagangan primata ini.
  • Kukang yang diperdagangkan itu banyak yang sudah dicabuti gigi taringnya oleh pemburu agar terkesan bahwa kukang adalah binatang yang jinak dan tidak menggigit. Pencabutan gigi itu dilakukan dengan menggunakan alat penjepit (tang) dan kemudian sambil giginya dijepit dengan tang, kukang tersebut diputar-putar hingga giginya lepas. Pencabutan gigi ini seringkali menyebabkan infeksi dan kematian bagi kukang.
  • Di beberapa daerah primata itu dijual daging atau otaknya dengan alasan sebagai obat. Padahal, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa daging primata itu bisa menyembuhkan penyakit. Cara memasak serta penyajian primata itu seringkali juga mengerikan karena primata tersebut ada yang dibakar hidup-hidup, bahkan ada juga yang disedot otaknya dalam kondisi masih hidup!
  • Sebagian besar primata yang dipelihara oleh masyarakat di rumah-rumah berada dalam kondisi yang buruk, seperti mendapatkan makanan yang sedikit atau jenisnya tidak sesuai, kandang yang sempit dan kotor, tanpa teman, dan tidak pernah diperiksa kesehatannya. dalam kondisi seperti itu, primata mudah stress dan akan lebih rentan terserang berbagai penyakit (zoonosis) seperti hepatitis, TBC, herpes, dan lain-lain. Kedekatan secara taksonomi membuat sebagian besar penyakit yang dapat menjangkiti primata, dapat menular pada manusia!
  • Kebanyakan primata ditangkap dan dijual ketika masih kecil dan terlihat lucu. Saat beranjak besar, primata peliharaan sering dianggap tidak lucu lagi dan cenderung membahayakan atau merepotkan pemiliknya, sehingga seringkali orang melepas primata itu dengan sembarangan atau bahkan membunuhnya.

Hari Primata Indonesia, untuk apa?

Primata yang terancam punah itu tidak dapat memperjuangkan kelestarian mereka sendiri maupun habitatnya, sehingga partisipasi aktif masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Masyarakat harus diberi wawasan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa primata bukanlah satwa peliharaan. Selain itu, masyarakat harus memahami bahwa hobi memelihara primata adalah salah satu pemicu utama dari kepunahan primata. Ingat: Setiap pembeli dan pemelihara primata telah turut berkontribusi dalam kepunahan primata! Selama masih ada masyarakat yang membeli, maka pedagang akan terus mencari pemasok, yang akan terus menangkap primata-primata baru dari alam.

Untuk itu Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) Indonesia sejak tahun 2014 menggagas adanya Hari Primata Indonesia yang jatuh setiap tanggal 30 Januari. Peringatan Hari Primata Indonesia ini diharapkan kelak dapat menjadi sebuah pergerakan besar yang diperingati secara sukarela oleh masyarakat Indonesia, agar kita selalu diingatkan kembali akan kewajiban manusia untuk menjaga kelestarian alam, termasuk satwa liar, demi kehidupan kita sendiri.

Kesuksesan Hari Primata Indonesia 2014

Pada tahun pertama peringatan Hari Primata Indonesia, masyarakat terlibat langsung dalam kampanye pelestarian rimata di pusat-pusat keramaian. Peringatan Hari Primata Indonesia tahun 2014 berlangsung serentak di 33 lokasi yang tersebar di 22 kota dan 15 provinsi di seluruh Indonesia mulai dari Aceh, Samarinda, Bandung, Purwokerto, Surabaya, Bali, Kendari, Ternate, hingga Manokwari.

Semua kegiatan tersebut dilakukan secara sukarela dan mandiri oleh berbagai komunitas mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas hobi, hingga seniman. Dalam satu hari, dari ujung ke ujung nusantara telah terjadi sebuah pergerakan yang unik dan masif, hingga menyebar melalui media massa dan media sosial. Ini merupakan sebuah terobosan yang dahsyat dan setidaknya telah membuat masyarakat luas menjadi lebih melek tentang ancaman yang dihadapi oleh primata di Indonesia.

Giliran kamu ikut meramaikan Hari Primata indonesia 2015!

Peringatan Hari Primata Indonesia akan kembali digelar pada tanggal 30 Januari 2015, serentak di seluruh Indonesia. Tema untuk tahun ini adalah "Jangan Beli Primata". Saatnya mengekspresikan kepedulianmu untuk lestarinya kekayaan jenis primata Indonesia! Ada beberapa cara kamu bisa berpartisipasi, yaitu dengan:

  • Melakukan kampanye di pusat-pusat keramaian (di pusat kota, sekolah, kampus, dll) dengan membawa poster Hari Primata Indonesia 2015
  • Melakukan edukasi tentang pelestarian primata ke sekolah, kampus, atau komunitas
  • Berfoto 'selfie' dengan atribut Hari Primata Indonesia 2015 ke media sosial, jangan lupa ajak teman-temanmu!

PROFAUNA akan menyediakan material kampanye yang terdiri dari beberapa macam desain poster (dalam bentuk soft file format .cdr) dan CD berisi film dan presentasi tentang pelestarian primata (bagi yang ingin melakukan kunjungan edukasi). Kamu juga bisa membuat desain unikmu sendiri untuk poster, stiker, dan lain-lain, asal jangan lupa untuk menyertakan logo Hari Primata Indonesia 2015.

Kamu bisa melakukannya sendiri, maupun bersama teman dan komunitas. Setelah selesai kegiatan, jangan lupa mengirim foto dokumentasi kegiatan via email ke: asti@profauna.net , lalu unggah juga ke akun media sosial kamu (Facebook, Twitter, Instagram) dengan hashtag #HariPrimata2015

Ratusan orang telah tergerak untuk memperingati Hari Primata Indonesia 2014, sekarang giliran kamu! Jadilah bagian dari generasi pelestari primata!

Bagi yang berminat ikut merayakan Hari Primata Indonesia 2015, silakan hubungi Asti via email: asti@profauna.net atau HP: 08563693611

© 2003 - 2020 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.