Aparat Bekuk Pedagang Satwa Langka di Kota Malang yang Jualan Lewat Facebook

Balai Besar BKSDA Jawa Timur berhasil meringkus pelaku perdagangan satwa liar di kota Malang pada hari Jumat malam (8/3/2019). Penangkapan ini merupakan operasi tangkap tangan yang dilakukan bersama Direktorat PPH, Balai Gakkum Jabalnusra, dan polresta Malang dengan dukungan PROFAUNA.

Dari tangan tersangka M, warga Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu berhasil diamnakan dua ekor satwa yaitu kakatua maluku (Cacatua moluccensis) dan 1 ekor kasturi kepala hitam (Lorius lory). Tersangka dibekuk di depan ATM BRI, Jalan Raya Madyopuro Malang.

Sebelumnya M dipantau oleh tim BBKSDA Jatim dan PROFAUNA itu sering menawarkan satwa liar yang dilindungi lewat media sosial facebook. Lewat akun Facebook bernama 'Kin Van' itu M pernah menawarkan satwa trenggiling, kakatua, nuri, dan lan-lain.

"Pelaku M ini terbilang licin, tim sempat gagal melakukan upaya penangkapan, namun berkat kesabaran dan kesigapan tim akhirnya dia beasil diamankan,: kata Mamat Ruhimat, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Pobolinggo.

Dari hasil pengembangan penyidik ternyata M sebelumnya telah melakukan penjuaan 2 ekor trenggilng (Manis javanica) kepada KEM, warga kota Batu. Kini KEM turut diamankan beserta barang bukti trenggiling di Polresta Malang.

"Penjualan satwa langka di media sosial memang masih marak, meskipun upaya memerangi hal ini terus dilakukan. Partisipasi masyarakat dengan melaporkan kasus perdagangan satwa langka dan juga tidak turut membeli satwa yang ditawarkan itu sangat diperlukan untuk memutus rantai perdagangan satwa liar, " kata Siti Nur Hasannah, juru kampanye PROFAUNA Indonesia.

Aparat penegak hukum masih akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui suppliernya, karena satwa burung tersebut berasal dari luar jawa.

"PROFAUNA mendorong aparat untuk mengusut tuntas kasus perdagangan satwa ini sampai ke level suppliernya, karena jelas burung kakatua itu asalnya dari Maluku jadi pasti ada pemain yang turut terlibat dalam pengiriman burung tersebut dari Maluku ke Malang," tegas Siti.

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.