Anak Muda Harus Aktif Memerangi Perdagangan Satwa Liar

CIREBON: PROFAUNA Indonesia Representatif Jawa Barat mengajak komunitas anak muda Cirebon untuk terlibat aktif mengantisipasi perdagangan satwa liar yang tengah marak saat ini. Advisory board PROFAUNA Indonesia Dr. Herlina Agustin, MT mengatakan saat ini sejumlah kegiatan anak muda kerap diklaim sebagai hobi berperan dalam meningkatnya perburuan satwa liar di alam.

"Saat ini banyak satwa liar dilindungi yang menjadi satwa peliharaan siswa SMP sampai mahasiswa. Mereka kemudian membentuk komunitas yang mengaku pecinta satwa seperti kukang lover, falconry lover dan seringkali menganggap diri keren, gaul atau gagah kalau sudah mengkoleksi satwa liar. Ini nggak benar!," ujar Herlina di hadapan kandidat Youth Environmental Award 2016 di Kreo, Cirebon (23/7).

Herlina memaparkan seharusnya generasi muda sadar bila semakin banyak komunitas yang mengaku pecinta satwa liar yang memelihara satwa di rumah, permintaan atas satwa liar akan terus meningkat. "Kalo sudah banyak permintaan, maka upaya memenuhinya ya berburu di alam. Semakin banyak permintaan, perburuan akan semakin marak. Populasi satwa yang hidup di alam semakin terancam."

Dalam paparannya, Herlina menjelaskan sejumlah spesies satwa liar yang akhir-akhir ini kerap diburu dan diperdagangkan dengan berbagai motif. Sejumlah satwa liar dilindungi seperti kukang, lutung, elang, kakak tua jambul kuning dan owa jawa banyak ditawarkan di media online ataupun pasar hewan. Padahal, katanya, satwa tersebut semakin sulit ditemukan di habitatnya.

Upaya yang dapat dilakukan generasi muda dalam memerangi perdagangan satwa liar adalah dengan memilih tidak memelihara satwa liar dilindungi. Menjadi anggota masyarakat yang proaktif dalam melaporkan kegiatan perdagangan maupun orang-orang yang memelihara satwa liar dilindungi, lanjutnya, juga dapat dilakukan.

"Kita dapat melaporkan adanya perdagangan satwa liar atau orang-orang yang memelihara satwa liar di rumahnya ke BKSDA setempat, melalui aplikasi GAKKUM atau menghubungi PROFAUNA Indonesia," ungkap Herlina.

Herlina menuturkan partisipasi aktif dalam melaporkan perdagangan dan berbagai eksploitasi satwa liar dilindungi merupakan bentuk kecintaan kita pada lingkungan. Kawasan Cirebon, lanjutnya, saat ini menjadi salah satu daerah dengan perdagangan satwa liar yang cukup tinggi. Satwa liar dilindungi kerap kali dijual terang-terangan di pasar hewan ataupun di media online.

"Cirebon menjadi kawasan penting yang perlu diberikan perhatian serius karena lokasinya yang memungkinkan terjadi perlintasan jalur perdagangan satwa liar lintasprovinsi. Selain itu, di sekitar Cirebon pun masih terdapat hutan-hutan kecil yang didiami satwa liar dilindungi sehingga pada saat ada permintaan dari pedagang, para pemburu akan mencarinya di hutan-hutan itu dan segera mengirimkan ke Cirebon," paparnya.

Paparan PROFAUNA menarik perhatian peserta yang terdiri dari sekitar 55 siswa dari berbagai SMA dan aktivis lingkungan di Cirebon. Sejumlah peserta mengaku sering menemukan satwa liar dijajakan di pasar hewan. Bahkan, seorang peserta mengaku bertetangga dengan orang yang memelihara satwa liar dilindungi.

"Selama ini saya sadar bahwa tetangga saya memelihara satwa liar dilindungi, dan itu melanggar hokum. Saya baru tahu ternyata bias berperan menyelamatkan satwa itu dengan meaporkannya ke pihak berwenang ataupun melalui PROFAUNA," kata Kiki, salah satu peserta Youth Environmental Award 2016.

Kegiatan Youth Environmental Award 2016 merupakan kegiatan komunitas pecinta lingkungan hidup Cirebon yang tergabung dalam Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon. Kegiatan ini diselenggarakan sejak Februari 2016 dengan menjaring SMA yang dikategorikan sebagai SMA yang peduli lingkungan. Puncak pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Sabtu-Minggu (23-24/7) melalui camp bagi lima finalis sekolah peduli lingkungan. 

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.